Membangun Greenhouse

Greenhouse adalah rumah bagi tanaman dan bukan kandang tanaman. Maka agar pertumbuhan tanaman optimal, selain mengetahui cara budidaya tanaman harus juga diketahui type dan desain green house yang aban dibangun. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun green house antara lain :

1.Lokasi geografis Lokasi,
terutama ketinggian tempat, akan menentukan desain dan ukuran ideal green house. Satu desain green house belum tentu dapat digunakan untuk semua tempat. Posisi pantai, posisi gunung dan Iembah, arah angin, arah edar matahari, ikut menentukan desain dan tata letak green house.

2.Kontur Tanah Kontur 
tanah akan menentukan bentuk dan ukuran. Pembentukan terasering yang tepat akan memudahkan pembentukan blok dan struktur green house. Dibanding green house import, green house Indonesia lebih fleksibel mengikuti kontur tanah. Hal ini dikarenakan cara pabrikasi yang berbeda.

3.Jenis Tanaman 
Jenis tanaman yang dibudidayakan akan menentukan juga desain dan type green house yang dibangun. Jenis tanaman tinggi atau merambat berbeda desain dengan tanaman yang pendek. Tanaman merambat atau digantung memerlukan struktur tambahan. Sementara untuk lantai ada yang memerlukan lantai berpenutup baik dengan beton, split, geotextil atau ada yang tidak memerlukan.

4.Cara Budi daya Greenhouse 
dengan budidaya secara langsung di tanah misal tanaman organik akan berbeda dengan sistem hidroponik. Sistem hidroponik juga bermacam macam, beda tehnik beda pula desain green housenya. Sehingga pengetahuan perihal tehnik budidaya tanaman ini sangat dibutuhkan oleh pembuat dan pengguna green house.

5.Struktur Greenhouse 
Green house yang baik adalah green house yang buat. Untuk kekuatan struktur perlu diketahui jenis material, treatment material, cara erection, bentang tiang, tinggi tiang, jumlah support dll. Namun perlu diperhatikan jangan sampai karena menginginkan struktur yang kuat, menggunakan material berlebih sehingga menghalangi cahaya, mempersulit gerak kerja dan menghambat pergantian udara.

6.Cover 
Selain struktur perlu juga dibetahui cover yang di gunakan. Banyak material cover di pasaran. Ada polycarbonat, plastib anti UV 6%, 12%, 14%, ada type plastik difuse, ada anti insect screen 32 mesh, 40 mesh, 60 mesh dan berbagai spesifikasi lain, ada shade net 40%, 50%, 6O%, 70% dan lain - lain. Sehingga agar mendapatkan hasil maksimal, maka perlu informasi yang cukup perihal karakteristik material cover.

7.Life Time / Umur Pakai 
Karena green house berkaitan dengan investasi, maka penting untuk diketahui berapa lama umur pakai atau life time green house. Untuk mengetahui itu maka seluruh komponen penyusun baik struktur maupun cover harus diketahui life time nya,

8.Optional Equipment / Peralatan Tambahan 
Di Pasaran banyak ditemukan peralatan tambahan / optional untuk green house. Ada rak. / benches, rolling bench, cooling fan, exhaust fan,drum fan, cooling system, moveable net, fix net, shade net, aluminet, rack and pinion, vent winder, dll, Dari alat optional tersebut yang mana kita butuhkan, pada kondisi dan jenis tanaman apa dibutuhkan, maka pengetahuan akan peralatan ini akan membantu kita membangun green house yang lebih mendukung pertumbuhan tanaman

Greenhouse Indonesia
Menerima pengerjaan:
Greenhouse Hidroponik
Greenhouse Nursery
Greenhouse Cooling
Open Close Net
Greenhouse Exaust
Greenhouse Anggrek