Jumat, 04 November 2016

Shading House

Shading House
Merupakan bangunan yang berfungsi sebagai peneduh bagi tanaman terhadap cahaya matahari yang berlebih / tidak dikehendaki. 
Penutup bangunan ini, baik atap maupun dindingnya berupa jala atau shade net dengan intensitas kerapatan tertentu. 
Intensitas kerapatan ini menentukan intensitas cahaya yang dilewatkan.
Di pasaran intensitas ini besarnya bervariasi antara lain 40%, 50%, 60%, 65%, 70% dan 80% dan masih ada intensitas lain tergantung dari pabrik pembuatnya. 

Penentuan intensitas ini harus diperhatikan, karena data yang tertera pada kemasan sering membingungkan konsumen. Sebagai contoh shading net dengan intensitas 70% artinya cahaya yang ditahan oleh net adalah sebesar 70% dan cahaya yang dilewatkan adalah sebesar 30%.
Biasanya bangun shading house berupa kubus. 

Karena bahan penutup struktur berupa net, maka hujan dan serangga halus seperti kutu daun dan trips dapat masuk ke pertanaman. Sehingga shading net ini tidak cocok untuk tanaman yang membutuhkan intensitas cahaya tinggi serta tanaman yang rentan penyakit.
Shading house cocok untuk tanaman yang habitat aslinya terlindung oleh tanaman lain seperti anggrek yang merupakan tanaman epifit ( menempel pada tanaman lain ).
Shading house juga sering digunakan untuk aklimatisasi pada nursery tanaman skala besar dengan sumber bibit biji, stek maupun kultur jaringan. 

Manfaat Shading House 

Beberapa manfaat shading house dapat disebutkan sebagai berikut :
1.Melindungi tanaman dari intensitas cahaya berlebih. 
2.Mengkondisikan lingkungan tanaman seperti habitat asalnya. 
3.Mengurangi kerusakan media tanam dari curah hujan yang merusak. 
4.Pupuk / unsur hara yang diberikan lebih terjamin diserap tanaman, karena curah hujan pecah. 5.Mengurangi gangguan fisik dari hewan maupun angin. 
6.Kultivasi tanaman bunga dan ornamental. 
7.Sarana display / stok penjual tanaman bunga dan ornamental. 
8.Sarana pembenihan pada tanaman sayur – sayuran. 
9.Sarana aklimatisasi / penyapihan sebelum tanaman di tanam di lapang / open area
10.Sarana pembentukan akar pada pembuatan bibit tanaman di nursery.

2 komentar: