Jumat, 04 November 2016

Moveable Net

Moveable Net
Adalah sistem peneduhan tanaman dengan menggunakan shade net yang dapat di atur intensitas cahaya yang masuk.  Pada dasarnya cara ini dilakukan dengan membuka tutup ( open – close ) layer shade net. Jika ditutup maka shade net akan meneduhkan tanaman sesuai intensitasnya, jika dibuka maka tidak ada peneduhan net dari layer net tersebut.

Di dalam green house, moveable net dapat dipasangkan di bawah atap ( ceiling area ) ataupun di atas atap. Sedangkan pada shading house, shade net ini dipasangkan sebagai atap. Pemasangan dapat dilakukan 1 layer ( 1 lapis ) dapat juga 2 atau 3 Iayer. Makin banyak layer-nya maka makin banyak variasi intensitas peneduhan dapat dilakukan.

Penggerak net dilakukan dengan 2 cara, yaitu sistem Tarikan sling dan sistem Rack and Pinion.  Pada sistem tarikan sling, gerakan buka tutup net dilakukan dengan menarik pipa layer net menggunakan kawat sling yang tergulung pada track roller.
Sedangkan sistem Rack and Pinion pipa layer net ditarik dan didorong oleh pipa yang terhubung dengan Rack (serupa lengan gergaji) yang bergerak akibat putaran gear Pinion.  Tenaga yang menggerakkan sling atau Rack Pinion adalah tenaga motor dinamo melalui putaran besi poros yang terhubung ke tabung roller track pada tarikan sling, atau ke gear pinion pada system Rack and Pinion.

Komponen Alat

Shade net sesuai intensitas yang diinginkan. Umumnya intensitas shade net menyatakan besaran intensitas cahaya yang ditahan. Misalnya intensitas 70% artinya cahaya ditahan sebesar 70% sementara yang dilewatkan sebesar 30%.
Rod plastik. Merupakan kawat plastik tempat landasan net dan pipa pembawa net bergerak.
Roller Track & Kawat sling  Merupakan alat penarik bidang net pada sistem tarikan sling.
Lengan Rack dan Gear Pinion. Alat penggerak buka tutup net pada sistem Rack Pinion.
Motor Gearbox. Merupakan dinamo dengan perangkat gearbox yang menjadi tenaga penggerak system

Cooling System

Cooling system adalah perangkat alat untuk menurunkan suhu udara di dalam green house. Dengan cara ini suhu di dalam green house akan lebih rendah dibandingkan di luar green house. Besar perbedaan ini antara antara 3°C sampai 8°C tergantung kelembaban udara di luar green house. Makin rendah kelembaban (Rh) lingkungan di luar green house akan makin besar selisih suhu.
Cara kerja cooling system ini adalah mengalirkan udara di luar green house ke dalam green house dengan exhaust fan melewati cooling pad ( water wall ) . Selain suhu, terjadi juga perubahan kelembaban di dalam green house. Udara yang masuk kelembabanya (Rh) akan semakin meningkat sampai di atas 80%.

Komponen Alat

Untuk menjalankan cooling system di perlukan komponen sebagai berikut

  • Exaust Fan, berfungsi untuk memasukkan / menghisap udara dari luar green house masuk ke dalam green house.
  • Cooling Pad, berupa dinding yang berfungsi untuk membasahi / menurunkan suhu udara yang masuk ke dalam green house. Material cooling pad adalah bahan selulosa yang diberi treatment pengasaman agar tahan terhadap air dan cuaca.
  • Pompa Sirkulasi, berfungsi untuk mengalirkan air dari ground tank atau water torn ke seluruh bidang cooling pad melalui instalasi pipa perforated dan akan turun ke bawah kembali ke dalam ground tank.
  • Talang / Casing cooling pad, berfungsi sebagai support cooling pad dan juga sebagai instalasi aliran air yang mengembalikan air ke ground tank
  • Ground Tank / Water Toren, sebagai penyimpan dan pensuplai air cooling pad, biasanya ada di dalam tanah, hal ini untuk menjaga suhu air agar tetap rendah.
  • Panel Kontrol. Mengendalikan kerja cooling baik secara manual, timer maupun dengan sensor

0 komentar:

Posting Komentar