Minggu, 28 Januari 2018

Greenhouse Indonesia

Greenhouse Indonesia

Kami mendisain dan membangun green house serta sarana pendukungnya untuk usaha pertanian anda mendapatkan hasil produksi optimal. Dengan pengalaman yang kami miliki selama kurang lebih 20 tahun, kami akan membantu anda membangun green house untuk aplikasi dan instalasi :

HIDROPONIK SUBTRAT, NFT, DFT / BUDIDAYA BUNGA DAN SAYURAN / BUDIDAYA ANGGREK PHALAENOPSIS / NURSERY FORESTRY / MOTHER HOUSE / ROOTING HOUSE / COOLING SYSTEM/ OPEN CLOSE SHADE NET / AKLIMATISASI KULTUR JARINGAN / BUDIDAYA TANAMAN ORGANIK / PERBANYAKAN BIJI DAN STEK / KOLEKSI TANAMAN DAN RISET

GH Kop.png
Greenhouse Indonesia
Samara Town House Kav. 3
Jl. Wakil Alif, Pondok Rangon, Cibubur
Jakarta Timur
HP. 081289367555, 081284598555
Alamat Email : gehaindonesia.gmail.com
Alamat Website : www.greenhouseindonesia.net

KAMI JUGA MEMBANGUN / MENGERJAKAN :

Screen house : Tanam cabai, Melon dll.
Shading house : Stek pucuk dan batang, Aklimstisasi jati, Cengkeh dll.
Plastic house : Tambak udang, shelter pengering kopi, sagu dll.
Open Area : Tanaman kehutanan, gardener.
Sistem Irigasi: Drip, Microsprinkler, Sprinkler, Misting dll.
Moveable Net : Anggrek, Aklimatisasi kuljar.
Cooling System ; Anggrek, Aklimatisasi kuljar

Green House
C:\Users\User\Pictures\Family,libo,sentul,tapos,unud, taiwan\GH Unud website.jpg
Green house struktur bangunan beratap tembus cahaya yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman dengan memberikan kondisi lingkungan yang dikehendaki.

Screen House
F:\Screen house bwi.jpg
Screen house, struktur bangunan dengan cover material anti insect screen. Bermanfaat untuk mencegah hama penyakit dan kerusakan fisik oleh hujan dan angin

Shading House
F:\Shading Sampoerna 1.jpg
Shading house struktur bangunan yang covernya material shading net. Berfungsimembatasi intensitas cahaya dan mengurangi kerusakan fisik oleh hujan dan angin.

INFO : Bagaimana Membangun GREEN HOUSE ?

Green house adalah rumah bagi tanaman dan bukan kandang tanaman. Sehingga jika memanfaatkan green house selain mengetahui cara budidaya tanaman harus jugamengetahui desain green house yang akan dibangun agar optimal bagi pertumbuhan tanaman.
Fakta, suhu di dalam green house secara natural akan lebih tinggi dibandingkan dengan di luar green house. Maka jika salah membuat green house akan membuat pertumbuhan tanaman semakin terhambat dan tentunya hal ini akan merugikan.
Desain struktur, penggunaan material,perbandingan panjang dan lebar, ukuran tinggi dan space tiang green house akan menentukan baik buruknya sirkulasi udara sekaligus menentukan baik buruknya green house. Sebaliknya jenis tanaman dan cara budidaya juga berpengaruh terhadap desain struktur green house yang digunakan.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun green house, antara lain :

1. LOKASI GREEN HOUSE
Lokasi dimana green house dibangun, terutama ketinggian tempat, akan menentukan desain dan ukuran ideal green house.Tidak dapat diberlakukan satu desain green house digunakan untuk semua tempat. Posisi pantai, posisi gunung dan lembah, arah angin, arah edar matahari, juga ikut menentukan desain dan tata letak green house. 

2. KONTUR TANAH
Kontur tanah akan menentukan desain dan type green house, terutama dalam bentuk dan ukuran. Pembentukan terasering yang tepat akan memudahkan penentuan desain green house yang dibangun. Dibanding green house import, green house Indonesia lebih fleksibel mengikuti kontur tanah. Hal ini dikarenakan cara pabrikasi yang berbeda.

3. JENIS TANAMAN
Jenis tanaman yang dibudidayakan akan menentukan juga desain dan type green house yang akan dibangun. Jenis tanaman tinggi atau merambat tentu berbeda dengan jenis tanaman yang pendek. Ada tanaman yang memerlukan struktur tambahan sebagai support ada yang tidak perlu. Ada tanaman yang memerlukan lantai berpenutup, ada yang tidak memerlukan.
4. CARA BUlDIDAYA
Cara budidaya tanaman, budidaya secara langsung(kultivasi) di tanah misal tanaman organik akan berbeda dengan sistem hidroponik. Demikian juga dengan sistem hidroponik yang bermacam macam, beda tehnik beda pula desain green housenya. Sehingga pengetahuan perihal tehnik budidaya tanaman ini sangat dibutuhkan oleh pembuat dan pengguna green house.
5. STRUKTUR GREEN HOUSE
Untuk kekuatan struktur perlu diketahui jenis material dan treatment material, cara erection, bentang tiang, tinggi tiang dan jumlah support dan cara perangkaian / penggunaan clamp. Perlu diperhatikan jangan sampai karena menginginkan struktur yang kuat, menggunakan material yang berlebih sehingga menghalangi atau mengurangi cahaya dan pergantian udara. Jika menggunakan material galvanis maka struktur harus dirangkai / instal secara knock down, pengelasan harus dihindari untuk mencegah lapisan galvanis menjadi rusak.

6. COVER GREEN HOUSE
Selain struktur anda perlu juga diketahui cover yang di gunakan. Banyak material cover di pasaran.Ada polycarbonat, plastik anti UV 6%, 12%, 14%, ada type plastik difuse, ada anti insect screen 32 mesh, 40 mesh, 60 mesh dan berbagai spesifikasi lain, ada shade net 40%, 50%, 60%, 70% dan lain – lain. Sehingga agar mendapatkan hasil maksimal, maka perlu informasi yang cukup perihal material struktur dan covernya..

6. LIFE TIME GREEN HOUSE
Karena green house berkaitan dengan investasi atau pengeluaran biaya, maka penting untuk diketahui berapa lama umur pakai atau life time green house yang kita gunakan. Di dalam green house selain struktur banyak komponen penyusun lainnya, maka seluruh komponen penyusun harus diketahui life time nya, baik itu kekuatan struktur maupun life time dari coveringnya. 

7. OPTIONAL EQUIPMENT ATAU PERALATAN TAMBAHAN
Di Pasaran banyak ditemukan peralatan tambahan / optional untuk green house. Ada rak / benches, rolling bench, cooling fan, exhaust fan, ada drum fan, ada cooling system, ada fogging, ada misting, ada spray jet, ada drip, ada mikrosprinkler, ada moveable net, ada fix net dan elektric controller, panel kontrol dan lain lain equipment.
Pada kondisi dan jenis tanaman tertentu green house akan membutuhkannya, maka informasi kebutuhan optional eguipment ini akan membantu membuat green house bekerja lebih efektif lagi memanipulasi mikroklimat di dalam green house, sehingga green house benar benar berfungsi sebagai rumah bagi tanaman.


GALLERY PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN

F:\gambar untuk brosur\Kolase 2.jpg
Gambar kolase di atas adalah contoh beberapa pekerjaan yang telah kami laksanakan.

GALLERY PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN
F:\Brosur kolase 1.jpg
Gambar kolase di atas adalah contoh beberapa pekerjaan yang telah kami laksanakan.

GALLERY PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN

F:\gambar untuk brosur\Kolase 3.jpg
Gambar kolase di atas adalah contoh beberapa pekerjaan yang telah kami laksanakan.
GH Kop.png 
Greenhouse Indonesia
Samara Town House Kav. 3
Jl. Wakil Alif, Pondok Rangon, Cibubur
Jakarta Timur
HP. 0812.8459.8555

Rabu, 09 November 2016

Greenhouse

 
Adalah rumah bagi tanaman dan bukan kandang tanaman. Maka agar pertumbuhan tanaman optimal, selain mengetahui cara budidaya tanaman harus juga diketahui type dan desain green house yang akan dibangun. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun green house antara lain :

1. LOKASI GREENHOUSE 
Lokasi, terutama ketinggian tempat, akan menentukan desain dan ukuran ideal green house. Satu desain green house belum tentu dapat digunakan untuk semua tempat. Posisi pantai, posisi gunung dan lembah, arah angin, arah edar matahari, ikut menentukan desain dan tata letak green house.

2. KONTUR TANAH 
Kontur tanah akan menentukan bentuk dan ukuran. Pembentukan terasering yang tepat akan memudahkan pembentukan blok dan struktur green house. Dibanding greenhouse import, green house Indonesia lebih fleksibel mengikuti kontur tanah. Hal ini dikarenakan cara pabrikasi yang berbeda.

3. JENIS TANAMAN 
Jenis tanaman yang dibudidayakan akan menentukan juga desain dan type greenhouse yang dibangun. Jenis tanaman tinggi atau merambat berbeda desain dengan tanaman yang pendek. Tanaman merambat atau digantung memerlukan struktur tambahan . Sementara untuk lantai ada yang memerlukan lantai berpenutup baik dengan beton, split, geotextil atau ada yang tidak memerlukan.

4. CARA BUDI DAYA 
Greenhouse dengan budidaya secara langsung di tanah misal tanaman organik akan berbeda dengan sistem hidroponik. Sistem hidroponik juga bermacam macam, beda tehnik beda pula desain green housenya. Sehingga pengetahuan perihal tehnik budidaya tanaman ini sangat dibutuhkan oleh pembuat dan pengguna green house.

5. STRUKTUR GREENHOUSE 
Greenhouse yang baik adalah green house yang kuat. Untuk kekuatan struktur perlu diketahui jenis material, treatment material, cara erection, bentang tiang, tinggi tiang, jumlah support dll. Namun perlu diperhatikan jangan sampai karena menginginkan struktur yang kuat, menggunakan material berlebih sehingga menghalangi cahaya, mempersulit gerak kerja dan menghambat pergantian udara.

6. COVER GREENHOUSE 
Selain struktur perlu juga diketahui cover yang di gunakan. Banyak material cover di pasaran. Ada polycarbonat, plastik anti UV 6%, 12%, 14%, ada type plastik difuse, ada anti insect screen 32 mesh, 40 mesh, 60 mesh dan berbagai spesifikasi lain, ada shade net 40%, 50%, 60%, 70% dan lain – lain. Sehingga agar mendapatkan hasil maksimal, maka perlu informasi yang cukup perihal karakteristik material cover.

7.LIFE TIME GREENHOUSE 
Karena green house berkaitan dengan investasi, maka penting untuk diketahui berapa lama umur pakai atau life time green house. Untuk mengetahui itu maka seluruh komponen penyusun baik struktur maupun cover harus diketahui life time nya,

8.OPTIONAL EQUIPMENT ATAU PERALATAN TAMBAHAN 
Di Pasaran banyak ditemukan peralatan tambahan / optional untuk green house. Ada rak / benches, rolling bench, cooling fan, exhaust fan,drum fan, cooling system, moveable net, fix net, shade net, aluminet, rack and pinion, vent winder, dll, Dari alat optional tersebut yang mana kita butuhkan, pada kondisi dan jenis tanaman apa dibutuhkan, maka pengetahuan akan peralatan ini akan membantu kita membangun green house yang lebih mendukung pertumbuhan tanaman.

Jumat, 04 November 2016

Screen House

Screen House 
Adalah struktur bangunan yang melindungi tanaman dari gangguan gangguan hama, penyakit dan terpaan angin berlebih. Bahan penutup bangunan adalah material anti insect screen yang selanjutnya disebut screen saja.
Karena berupa screen maka curah air hujan tetap dapat masuk ke pertanaman, tetapi dalam butir yang halus, sehingga tidak merusak tanaman dan media tanam. 

Bentuk bangun screen house yang banyak dipakai kebanyakan adalah berbentuk kubus dengan permukaan atas datar. Desain seperti ini dibuat dengan pertimbangan lebih mudah dan lebih murah. Struktur dibuat dari bermacam-macam bahan, seperti bambu, kayu dan lain - lain, tetapi yang kami bangun adalah menggunakan material yang tahan lama, yaitu menggunakan besi galvanis, atau paduan besi dengan kawat sling. 

Material anti insect screen ( selanjutnya screen saja ), terbuat dari bahan PE monofilament dengan warna antara putih dan transparan.
Tidak disarankan menggunakan screen berwarna lain, karena akan menyebabkan reduksi / pengurangan kwalitas intensitas cahaya. Yang terbaik dalah menggunakan warna transaparan saja. Screen yang baik yang mengandung anti UV dan anti oksidan dapat bertahan sampai 10 tahun. 

Screen mempunyai spesifikasi ukuran lubang yang ditunjukkan dengan satuan mesh.
Satuan ini menyatakan banyaknya lubang persatuan luas bisa cm2 atau inchi. Makin halus lubang screen makin tinggi nilai meshnya. Untuk menekan serangga pembawa penyakit menggunakan mesh yang tinggi adalah baik, tetapi jika nilai mesh terlalu tinggi dapat mengurangi laju pergerakkan udara.
Hal ini dapat menyebabkan suhu di dalam screen house semakin meningkat.
Untuk itu besaran mesh harus dipertimbangkan dengan cermat.
Biasanya untuk dinding dan atap menggunakan nilai mesh yang berbeda. 
Ukuran mesh dinding sebaiknya lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran mesh atap. 

Manfaat Screen house 


Dapat disebutkan beberapa manfaat aplikasi screen house antara lain : 
* Mengurangi intensitas cahaya yang lebih, sehingga menghindari tanaman dari terbakar (burning) dan kekeringan.
* Menghindari tanaman dari gangguan hama dan penyakit.
* Mengurangi evaporasi / evapotranspirasi ( penguapan areal ) sehingga air di media tanah dapat terjaga.
* Mengurangi terjadinya pencucian pupuk / nutrisi (leaching) akibat guyuran hujan, karena butir hujan akan pecah lebih halus.
* Mengurangi gangguan fisik baik angin maupun hewan.
* Dapat mengurangi penggunaan pestisida, sehingga resiko residu pada hasil produksi dapat dihindari.
* Dapat dibangun dalam skala luas, karena struktur dapat mengikuti kontur tanah yang ada.

Moveable Net

Moveable Net
Adalah sistem peneduhan tanaman dengan menggunakan shade net yang dapat di atur intensitas cahaya yang masuk.  Pada dasarnya cara ini dilakukan dengan membuka tutup ( open – close ) layer shade net. Jika ditutup maka shade net akan meneduhkan tanaman sesuai intensitasnya, jika dibuka maka tidak ada peneduhan net dari layer net tersebut.

Di dalam green house, moveable net dapat dipasangkan di bawah atap ( ceiling area ) ataupun di atas atap. Sedangkan pada shading house, shade net ini dipasangkan sebagai atap. Pemasangan dapat dilakukan 1 layer ( 1 lapis ) dapat juga 2 atau 3 Iayer. Makin banyak layer-nya maka makin banyak variasi intensitas peneduhan dapat dilakukan.

Penggerak net dilakukan dengan 2 cara, yaitu sistem Tarikan sling dan sistem Rack and Pinion.  Pada sistem tarikan sling, gerakan buka tutup net dilakukan dengan menarik pipa layer net menggunakan kawat sling yang tergulung pada track roller.
Sedangkan sistem Rack and Pinion pipa layer net ditarik dan didorong oleh pipa yang terhubung dengan Rack (serupa lengan gergaji) yang bergerak akibat putaran gear Pinion.  Tenaga yang menggerakkan sling atau Rack Pinion adalah tenaga motor dinamo melalui putaran besi poros yang terhubung ke tabung roller track pada tarikan sling, atau ke gear pinion pada system Rack and Pinion.

Komponen Alat

Shade net sesuai intensitas yang diinginkan. Umumnya intensitas shade net menyatakan besaran intensitas cahaya yang ditahan. Misalnya intensitas 70% artinya cahaya ditahan sebesar 70% sementara yang dilewatkan sebesar 30%.
Rod plastik. Merupakan kawat plastik tempat landasan net dan pipa pembawa net bergerak.
Roller Track & Kawat sling  Merupakan alat penarik bidang net pada sistem tarikan sling.
Lengan Rack dan Gear Pinion. Alat penggerak buka tutup net pada sistem Rack Pinion.
Motor Gearbox. Merupakan dinamo dengan perangkat gearbox yang menjadi tenaga penggerak system

Cooling System

Cooling system adalah perangkat alat untuk menurunkan suhu udara di dalam green house. Dengan cara ini suhu di dalam green house akan lebih rendah dibandingkan di luar green house. Besar perbedaan ini antara antara 3°C sampai 8°C tergantung kelembaban udara di luar green house. Makin rendah kelembaban (Rh) lingkungan di luar green house akan makin besar selisih suhu.
Cara kerja cooling system ini adalah mengalirkan udara di luar green house ke dalam green house dengan exhaust fan melewati cooling pad ( water wall ) . Selain suhu, terjadi juga perubahan kelembaban di dalam green house. Udara yang masuk kelembabanya (Rh) akan semakin meningkat sampai di atas 80%.

Komponen Alat

Untuk menjalankan cooling system di perlukan komponen sebagai berikut

  • Exaust Fan, berfungsi untuk memasukkan / menghisap udara dari luar green house masuk ke dalam green house.
  • Cooling Pad, berupa dinding yang berfungsi untuk membasahi / menurunkan suhu udara yang masuk ke dalam green house. Material cooling pad adalah bahan selulosa yang diberi treatment pengasaman agar tahan terhadap air dan cuaca.
  • Pompa Sirkulasi, berfungsi untuk mengalirkan air dari ground tank atau water torn ke seluruh bidang cooling pad melalui instalasi pipa perforated dan akan turun ke bawah kembali ke dalam ground tank.
  • Talang / Casing cooling pad, berfungsi sebagai support cooling pad dan juga sebagai instalasi aliran air yang mengembalikan air ke ground tank
  • Ground Tank / Water Toren, sebagai penyimpan dan pensuplai air cooling pad, biasanya ada di dalam tanah, hal ini untuk menjaga suhu air agar tetap rendah.
  • Panel Kontrol. Mengendalikan kerja cooling baik secara manual, timer maupun dengan sensor

Shading House

Shading House
Merupakan bangunan yang berfungsi sebagai peneduh bagi tanaman terhadap cahaya matahari yang berlebih / tidak dikehendaki. 
Penutup bangunan ini, baik atap maupun dindingnya berupa jala atau shade net dengan intensitas kerapatan tertentu. 
Intensitas kerapatan ini menentukan intensitas cahaya yang dilewatkan.
Di pasaran intensitas ini besarnya bervariasi antara lain 40%, 50%, 60%, 65%, 70% dan 80% dan masih ada intensitas lain tergantung dari pabrik pembuatnya. 

Penentuan intensitas ini harus diperhatikan, karena data yang tertera pada kemasan sering membingungkan konsumen. Sebagai contoh shading net dengan intensitas 70% artinya cahaya yang ditahan oleh net adalah sebesar 70% dan cahaya yang dilewatkan adalah sebesar 30%.
Biasanya bangun shading house berupa kubus. 

Karena bahan penutup struktur berupa net, maka hujan dan serangga halus seperti kutu daun dan trips dapat masuk ke pertanaman. Sehingga shading net ini tidak cocok untuk tanaman yang membutuhkan intensitas cahaya tinggi serta tanaman yang rentan penyakit.
Shading house cocok untuk tanaman yang habitat aslinya terlindung oleh tanaman lain seperti anggrek yang merupakan tanaman epifit ( menempel pada tanaman lain ).
Shading house juga sering digunakan untuk aklimatisasi pada nursery tanaman skala besar dengan sumber bibit biji, stek maupun kultur jaringan. 

Manfaat Shading House 

Beberapa manfaat shading house dapat disebutkan sebagai berikut :
1.Melindungi tanaman dari intensitas cahaya berlebih. 
2.Mengkondisikan lingkungan tanaman seperti habitat asalnya. 
3.Mengurangi kerusakan media tanam dari curah hujan yang merusak. 
4.Pupuk / unsur hara yang diberikan lebih terjamin diserap tanaman, karena curah hujan pecah. 5.Mengurangi gangguan fisik dari hewan maupun angin. 
6.Kultivasi tanaman bunga dan ornamental. 
7.Sarana display / stok penjual tanaman bunga dan ornamental. 
8.Sarana pembenihan pada tanaman sayur – sayuran. 
9.Sarana aklimatisasi / penyapihan sebelum tanaman di tanam di lapang / open area
10.Sarana pembentukan akar pada pembuatan bibit tanaman di nursery.